Unit Produksi

A. Penjelasan Teaching Factory

Belajar Sambil Produksi

Unit Produksi SMK PP Negeri Batang Hari adalah ruang belajar sekaligus ruang kerja. Di sinilah siswa tidak hanya mempelajari teori pengolahan hasil pertanian, tetapi langsung mempraktikkannya dalam alur produksi yang nyata — mulai dari penyiapan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran.

Pendekatan ini dikenal sebagai teaching factory: sekolah dijalankan layaknya unit usaha, sehingga siswa terbiasa dengan standar mutu, disiplin waktu, dan tanggung jawab yang sama dengan dunia industri. Yang dihasilkan bukan sekadar nilai praktikum, melainkan produk yang benar-benar layak jual.

Melalui teaching factory, siswa memperoleh tiga hal sekaligus: keterampilan teknis produksi, pemahaman manajemen usaha, dan pengalaman langsung menghadapi pasar.

B. Tahapan Produksi Nugget Kedelai

Nugget kedelai yang kini diproduksi Unit Produksi Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMK PP Negeri Batang Hari bukan hasil sekali coba. Produk ini lahir dari tiga kali percobaan bertahap yang dikerjakan siswa bersama guru produktif, dengan satu pertanyaan yang terus diuji ulang: bagaimana membuat olahan kedelai yang benar-benar mau dimakan orang, bukan sekadar bisa dibuat.

  • Perendaman
  • Pemisahan Kulit Ari
  • Pengukusan I
  • Pendinginan
  • Penghalusan
  • Pencampuran
  • Pencetakan
  • Pengukusan II
  • Pemotongan
  • Pemaniran
  • Penggorengan
  • Pengemasan

C. Penerapan SOP dan GMP

  • Penerapan SOP – memastikan setiap tahapan dikerjakan dengan urutan, takaran, dan waktu yang sama setiap kali produksi. Inilah yang membuat rasa dan tekstur produk konsisten dari batch ke batch — sesuatu yang sangat penting ketika produk mulai dipasarkan secara luas.
  • Penerapan GMP
    • Penggunaan perlengkapan higienitas oleh seluruh petugas produksi: masker, sarung tangan, dan penutup kepala
    • Pencucian tangan sebelum memasuki area produksi
    • Pembersihan dan sanitasi peralatan sebelum dan sesudah digunakan
    • Pemisahan area bahan mentah dan produk jadi
    • Penggunaan peralatan berbahan food grade, terutama stainless steel
    • Pencatatan tanggal produksi dan masa kedaluwarsa pada setiap kemasan

Bagi siswa, penerapan standar ini bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi. Ini adalah pembelajaran langsung tentang bagaimana industri pangan bekerja — pengetahuan yang akan mereka bawa ke dunia kerja setelah lulus.

D. Sarana Produksi

Unit Produksi kami didukung peralatan yang memadai untuk skala produksi sekolah:

  • Mesin penggiling kedelai berbahan stainless steel
  • Mesin continuous band sealer untuk pengemasan kedap udara
  • Timbangan digital
  • Loyang cetakan, pisau pemotong stainless, dan talenan
  • Peralatan masak: panci kukus, wajan, dan perlengkapan pendukung
  • Perlengkapan higienitas untuk petugas produksi
Scroll to Top